Saat ingin menjual suatu barang/produk, tentu sudah menjadi keharusan bagi para penjual untuk mempunyai stok barang/produk yang nantinya akan ditawarkan atau dijual kepada pembeli. Alur singkatnya kira-kira seperti ini:
1) Penjual menyediakan stok barang/produk yang ingin dijual.
2) Penjual menawarkan stok barang/produk kepada pembeli.
3) Pembeli yang berminat akan membeli barang/produk yang ditawarkan.
4) Transaksi lalu terjadi, dan penjual mendapat pemasukan.
Selain itu, terutama di era modern sekarang ini, berjualan bisa dimana saja dan kapan saja. Menawarkan produk kepada konsumen pun bisa dari mana saja, entah itu di seluruh Indonesia atau bahkan sampai ke luar negeri.
Nah, sekarang Semuatereview akan membahas satu informasi yang berkaitan dengan berjualan secara online menggunakan sistem internet dan memanfaatkan marketplace yang sudah banyak bertebaran di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee dan aplikasi belanja online lainnya.
Berjualan melalui marketplace ini terbilang sangat unik. Karena para penjual tidak harus mempunyai stok barang/produk terlebih dahulu untuk bisa berjualan. Mungkin diantara kita pernah mencari suatu produk di Tokopedia atau Bukalapak, dan menemukan produk yang kita cari dijual oleh banyak penjual dari toko-toko yang berbeda. Bahkan hal seperti ini bisa membuat kita bingung harus membeli dari toko yang mana. Nama produk, foto produk, dan deskripsi produk yang dijual, biasanya dibuat sama persis dari toko yang satu ke toko yang lainnya.
Namun pertanyaannya, apakah semua toko-toko itu benar-benar berjualan dalam artian memiliki stok barang/produk yang ingin dijual? Jawabannya tidak. Karena kebanyakan dari mereka semua sedang menjalankan bisnis berupa Dropshipping.
Apa itu Dropshipping ?
Dropshipping adalah sebuah metode jual-beli online yang mana penjual tidak memiliki stok barang yang ingin dijual. Jadi, penjual hanya perlu memajang foto barang yang ingin dijual di halaman website marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan aplikasi jual beli online lainnya, tanpa harus memiliki produknya.
Jika ada pembeli yang memesan barang tersebut, pembeli akan terlebih dahulu memberikan informasi seperti nomor handphone, kode pos dan alamat lengkap kemana barang tersebut harus dikirim. Dan kita sebagai Dropshipper (orang yang menjalankan bisnis Dropshipping) akan meneruskan pesanan tersebut kepada supplier dengan memberikan informasi seperti nomor handphone, kode pos, dan alamat lengkap yang tadi sudah dituliskan oleh pembeli.
Dengan begitu, pembeli yang memesan dari toko kita dapat menerima barang pesanannya, walau dalam kenyataannya yang menyediakan barang, packing barang, dan mengirimkan barangnya, bukan kita. Karena yang melakukan hal tersebut adalah supplier dari tempat lain.
Darimana keuntungan bisa didapat?
Sebenarnya, kalkulasi mendapat untung dari Dropshipping ini cukup mudah. Aggap saja kita mencari supplier dari Tokopedia, dan dalam kasus ini kita mengambil contoh salah satu produk yaitu teh celup.
Bisa dilihat, produk tersebut dijual dengan harga 11.000/pcs. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah kita sebagai dropshipper mengambil semua data dari produk tersebut seperti nama produk, foto produk dan deskripsi produk.
Lalu setelah itu, kita hanya perlu “copy-paste” informasi yang kita dapatkan dari produk di Tokopedia ke Bukalapak, namun dengan harga yang telah kita naikkan. Margin perbedaan harga ini bisa kita tentukan berapapun yang kita mau, tentu dengan memperhitungkan kondisi pasar dan harga dari kompetitor untuk produk sejenis.
Dalam kasus ini, harga awal dari tokopedia adalah 11.000, dan setelah dipajang di Bukalapak, harganya menjadi 26.000. Maka keuntungan yang akan didapat adalah sebesar 15.000/pcs.
Agar lebih memahami, Semuateeview akan memberikan skenario sebagai berikut:
Pembeli memesan teh celup dari toko kita di Bukalapak. Pembeli lalu membayar harga produk dan ongkos kirimnya. Dalam kasus ini, anggap saja ongkos kirim adalah 10.000. Maka pembeli akan membayar 26.000 + 10.000 = 36.000. Kita sebagai dropshipper kemudian harus segera membeli teh celup dari Tokopedia dan harga yang ditetapkan adalah 11.000. Dan dengan ditambah ongkos kirim 10.000, maka kita harus membayar 21.000.
Dengan begitu, kita bisa mendapatkan keuntungan sebesar 15.000 dari penjualan yang kita lakukan. Dan perlu diingat, alamat pengiriman kita sebagai dropshipper saat melakukan pembelian di Tokopedia harus berupa alamat calon pembeli yang memesan teh celup dari Bukalapak agar produk yang dipesan bisa sampai ke tujuan.
Tips mencari supplier terpercaya di Tokopedia
Dalam bisnis Dropshipping, tentu kita tidak punya kendali dalam mengawasi produk yang kita jual, dan pada kenyataanya memang kita tidak memiliki produknya. Supllier menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam Dropshipping.
Supplier yang buruk tentu akan berimbas pada kita. Jika supplier memiliki masalah seperti tidak memperhatikan keamanan barang dalam proses packing atau supplier terlalu lama untuk mengirimkan barangnya ke jasa pengiriman, tentu calon pembeli akan merasa kurang puas. Walaupun supplier-nya yang buruk, tetap saja yang dilihat oleh pembeli adalah kita para Dropshipper karena yang mereka tau adalah kita yang menjual produknya.
Oleh karena itu, Semuatereview akan memberikan tips-tips untuk mencari supplier terpercaya di Tokopedia.
Carilah supplier yang sudah memiliki bintang empat atau lima. Hal ini menandakan toko tersebut sudah banyak mendapatkan feedback positive dari pembeli, dan sudah banyak pembeli yang mengulas barang dagangannya.
Lalu, lihatlah informasi produk yang terjual dari supplier tersebut. Cari yang jumlah produk terjualnya sudah banyak, seperti ratusan hingga ribuan produk. Hal ini menandakan banyak pembeli yang membeli dari supplier tersebut dan bisa dipastikan supplier tersebut sudah banyak mendapatkan feedback positive dari pembeli.
Nah, yang terakhir, carilah supplier dengan rata-rata waktu yang tidak terlalu lama untuk membalas chat dari pembeli. Hal ini menandakan supplier tersebut cukup aktif dan responsif dalam menanggapi pembeli.
***
Overall, bisnis Dropshipping memang sangat mudah untuk dijalankan. Walaupun para penjualnya tidak terlalu paham dengan internet marketing, karena biasanya hanya bermodalkan koneksi internet dan laptop bahkan smartphone, tetap saja bisnis Dropshipping ini sudah bisa dijalankan dengan mudah. Bagi yang berminat menjalankan bentuk skema bisnis ini, silahkan mencoba ya!








Tambahan tips untuk cari supp;
ReplyDeleteUsahakan kamu beli barang dr supp tsb dgn nama pengirim kita (dropshipper) dan alamat yg dikirikm ke kita untuk mengetahui profesionalnya supp tsb karena ada aja yg supp curang. Cmiiw
Terimakasih kak atas masukannya, sukses terus ya! :)
Deletebenar sekali kak ivy, terima kasih masukannya :)
ReplyDelete