Mengetahui Langkah Optimal Mengisi dan Menjaga Baterai Handphone - Semuatereview

Breaking

Friday, March 23, 2018

Mengetahui Langkah Optimal Mengisi dan Menjaga Baterai Handphone


Pernahkah kita berfikir untuk memiliki Handphone yang baterainya abadi? Atau pernahkah kita berfikir untuk memiliki Handphone dengan daya pengisi baterai di mana-mana?

Di era digital saat ini, rasanya tidak akan pernah cukup untuk memiliki Handphone yang hanya bertahan sepanjang hari. Hidup kita telah berubah seiringan dengan perkembangan era digital itu sendiri. Bahkan, kita saat ini memiliki ambisi perburuan tanpa henti untuk mengisi daya baterai Handphone seriap harinya. Pengisian daya di rumah juga dirasa jadi sulit, terutama jika kita berbagi ruang dengan orang lain yang sama-sama menggunakan Handphone setiap harinya.

Masalah-masalah seperti ini sebenarnya dapat dipecahkan melalui perencanaan yang struktural. Namun sayangnya, tidak ada strategi pengisian baterai Handphone secara universal. Sehingga setiap orang harus menyusun rutinitas mereka yang paling sesuai dengan gaya hidup, kebiasaan, dan penggunaan gadgetnya sehari-hari.

Kendati begitu, menurut beberapa ahli dan sekelompok staf Verge, terdapat beberapa cara untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pengisian baterai Handphone kita, dan memperbarui tempat-tempat optimal guna menciptakan lingkungan pengisian baterai yang ideal.

Sesuaikan keperluan yang pas dengan tempat di mana kita akan mengisi baterai Handphone


Pertama kali yang harus dilakukan adalah: mengambil beberapa kabel untuk mengisi daya baterai Handphone. Kita biasanya sangat jelas ingin mengisi daya di rumah, tetapi kita juga perlu mengisi daya baterai di luar rumah. Misalnya, kita memasang ke port USB di laptop kerja, atau juga menyimpan adaptor dan kabel seperti yang terpasang di rumah. Langkah awal ini adalah cara termudah untuk tetap dilakukan secara konstan dengan satu syarat: memiliki kabel yang bisa di bawa kemanapun kita pergi.

Jika perlu, beli alat khususnya


Pengisian rutin yang menyeluruh membutuhkan banyak hal. Karena kita akan membutuhkan kabel, adaptor USB, baterai eksternal, dan, mungkin, stop kontak baru. Sebagian besar staf Verge hidup dengan produk dari ‘Anker’ di Amazon (Banyak orang yang cenderung memesan di Amazon).

Anker sendiri adalah perusahaan teknologi yang membuat beragam perangkat aksesoris untuk gadget, salah satunya adalah power bank. Perusahaan ini sudah merilis banyak produk seperti power bank, kabel data, charger, serta perangkat home entertainment seperti speaker. Di Indonesia sendiri produk Anker dijual secara resmi oleh Anker Indonesia lewat beragam layanan e-commerce serta offline store yang tersebar di mall dan pusat perbelanjaan elektronik di kota besar.

Terlepas dari semua itu, meski kita memang dapat menjaga ponsel tetap hidup hanya dengan satu kabel, tetapi rasanya, saat ini hal seperti ini terasa sangat menyakitkan. Tidak ada yang mau membawa kabel milik mereka sepanjang waktu. Namun, beberapa karyawan Verge telah melakukan perubahan nyata di rumah mereka masing-masing dengan memasang outlet colokan USB. Hal ini membuat para pengguna gadget mudah untuk mengisi daya baterai mereka tanpa adaptor, dan menyelesaikan solusi ‘rebutan tempat’ ketika ingin mengisi baterai.

Cermati daya dan waktu optimal dalam mengisi daya baterai Handphone


Entah mitos atau bukan, sebuah peringatan yang menyatakan bahwa kita tidak boleh membiarkan ponsel kita dicolokkan setelah diisi penuh sudah menjadi landasan dasar para pengguna Handphone. Karena ‘katanya’, hal seperti itu akan merusak kualitas baterai. Namun menurut Daniel Steingart, seorang profesor dari Departemen Teknik Mesin dan Aerospace di Universitas Princeton, mengatakan jika peringatan tersebut tidak benar.

Daniel mengatakan, "hal yang mudah dilakukan adalah menjaga agar telepon kita selalu dicolok pengisi daya sepanjang waktu, dan sebanyak yang kita bisa." Smartphone modern sudah melakukan perubahan manajemen pada baterai secara baik. Karena saat ini, biasanya, setelah baterai ponsel mencapai 100 persen, energi ekstra tidak akan mengalir lagi ke dalamnya. Maka dari itu baterai akan tetap konstan.

Namun, Venkat Srinivasan, direktur Pusat Kolaborasi Kolonial untuk Ilmu Penyimpanan Energi (ACCESS), mengatakan hal yang sebaliknya. Ia berpendapat bahwa ia hanya mengisi baterai teleponnya dalam kisaran yang sempit, seperti interval antara 30 dan 80 persen. Ia mengatakan saat baterai 100 persen, reaksi-reaksi tertentu terjadi di dalam baterai yang pada akhirnya menurunkan elektrolit dan semakin mendepresiasikan baterai kita. Dengan begitu, sudah sewajarnya jika kita tak usah lagi khawatir dengan label ‘baterai bocor’.

Pahami dan terapkan mode “Low Battery” pada Handphone kita


Sebagian besar ponsel memiliki mode “low battery” atau mode hemat baterai. Pada iPhone, kita dapat mengakses mode daya hemat itu melalui pengaturan baterai Handphone kita. Hal seperti ini akan membatasi aktifitas aplikasi dan unduhan otomatis. Mode ini juga akan membatasi efek visual dan mengubah layar kunci otomatis Handphone kita menjadi 30 detik.

Lalu ada pula Samsung yang menyertakan mode hemat baterai yang serupa pada ponselnya, seperti halnya Google dengan ponsel Pixel-nya. Memanfaatkan pengaturan seperti ini saat baterai kita dalam keadaan lemah, setidaknya dapat menunda Handphone mati. Airplane Mode atau mode pesawat dalam gadget juga bisa diterapkan ketika mengalami keadaan serupa.

***

Meskipun begitu, pada akhirnya semua baterai akan mati dengan sendirinya. Seiring berjalannya waktu, baterai pada Handphone juga akan menjadi berkurang kapabilitas dan kualitasnya. Ini adalah kenyataan yang harus kita terima. Namun, setidaknya, usaha dari kita sendirilah yang nantinya akan membuat baterai Handphone itu sendiri akan tetap bertahan lama atau justru sebaliknya.

Official Overview: 

No comments:

Post a Comment